Langsung ke konten utama

Postingan

Selfish Makes You Focus on Yourself

  Move on itu nggak selalu dari pacar kan?. Gue mau cerita dimana gue mencoba move on dari masa lalu-yang bagi gue saat itu adalah turning point dalam hidup gue yang sampai hari ini gue syukuri when I was teenager. Pengalaman pertama kali move on adalah pas SMP. Gue move on dari sebuah masa lalu yang bikin gue saat itu nggak maju-maju. Ini soal pertemanan. Saat itu kelas 3 SMP, gue bersyukur nggak dibolehin pindah ke kelas reguler saat gue minta wali gue untuk menemui guru di sekolah. Gue yang notabene mendapat peringkat 2 di kelas reguler sebelumnya, mau nggak mau ikut kebijakan sekolah dengan gue ditempatkan di kelas exellent  di kelas berikutnya dengan anak-anak pinter pentolan sekolah. Apa rasanya? Ofc bosen. Merasa terkucilkan. Thats why gue mau pindah kelas. Kalo yang biasanya gue sebagai primadona gosip artis di kelas reguler, maka di exellent nggak akan ada kerumunan yang bahas gosip artis yang lagi happening . Atau saat gue cukup kerjain PR di malam hari, tanpa s...

Cerita pulang Aceh 2021

 Kalo ditanya tempat menyenangkan yg selalu punya kenangan. Salah satunya adalah Bandara. Tempat orang berlalu lalang, lengkap dengan aroma kopi dari coffe shop ataupun toko roti didalamnya.  Walaupun untuk sebagian orang tempat ini bikin pening. Tapi beda dengan gue, seorang kencur yang baru menapaki beberapa bandara sampai awal kepala dua dihidupnya. Dan dr beberapa itu, keseluruhannya selalu punya cerita indah.  Tapi saat itu berbeda. Bandara yg baru pertama kali gue lihat dg mata telanjang ini, justru membuat gue gundah. Harusnya gue terpana. Harusnya gue takjub setelah menaklukkan amanah di tempat gue singgah.  Tapi lagi, ini beda. Sultan Iskandar muda International Airport yg kental dengan arsitektur islami bergaya masjid seolah terus bergumam  " Terimakasih. Selamat jalan Firda. Sampai jumpa" Sejak masuk parking area, antri tes antigen sampai makan bakso di food court terdekat seolah itu terus  yg dibilang.  Pemandangan luar jendela pesawat sel...

Sendiri itu nggak papa

  Beberapa hari lalu, gue dijelaskan soal Topik Isolasi Sosial di Mata Kuliah Jiwa di Semester 5 ini. Dalam materi itu, dijelaskan soal Respon rentang sosial yang dimulai dari solitude atau menyendiri. Dan ternyata itu hal yang normal.  Terkadang seseorang akan melalui tahapan solitude ini sebagai tahapan utama yang bisa dijadikan sebagai bahan perenungan atau instropeksi atau me-time bahasa kerennya sekarang. Kok relate , ya..  Gue jadi inget saat-saat dimana gue mulai menyadari ini pada diri gue. Pada waktu-waktu tertentu, gue bakalan bete banget liat muka orang apalagi cengkrama. Maka, saat gue tinggal di kos yang apa-apa mesti ramean, gue pamitan, bahwa kadang di waktu-waktu tertentu ketika gue mulai menunjukkan ‘ symptoms ’, artinya pada saat itulah gue ingin sendiri. Dan Alhamdulillahnya respon sahabat-sahabat gue positif. Gue nggak terlalu tahu gue bakalan cerita apa di blog kali ini. But intinya I’m enough .  Ucapan terima kasih bertubi-tubi gue samp...

Jadi orang baik #Coretan kisah vol.3

 Beberapa waktu lalu, seharian banyak-banyak ngaji. Karena pas banget langsung keinget di Bukunya Kak Zeni "Diary sang pemimpi" bahwa saat kita sibukkan diri dengan Al-Qur'an, Allah akan jaga urusan kita yang lain. Bayangin aja, urusan kita bakalan dijaga sama sebaik-baik penjaga urusan. Dan pertama kali di praktekkan di diri gue pada saat gue mau uprak (ujian praktik). Dengan posisi gue belum terlalu lancar 60 langkah APN ( Asuhan persalinan Normal) yang harus urut dipraktekin. Walhasil, trial and error  gue mau buktiin apa yang di bilang Kak Zeny disini. Dari pagi banyakin ngaji tanpa ngitung dapet berapa. Dan boom, baca sekali lagi APN sebelum ke kampus, trus berangkat ngampus buat praktek. Sambil dirapal terus bahwa urusan gue nanti dijagain sama Allah, tanpa perlu gue khawatir. Jadi kiranya nggak lulus pun itu pasti yang terbaik. Dan Alhamdulillah lulus one shot, dong.  Dan 4 Agustus kemarin tepatnya. Ngaji dari pagi. Sekalinya break, buat mandi dan hal-hal urusan ru...

IKHLAS #Perspective Vol.9

 Definisi ikhlas yang melekat sejak diajarkan Ustadz adalah melakukan segala sesuatu hanya dengan mengharap ridho Allah. Udah. secara gamblangnya gue nggak tau lagi. Sehingga praktiknya pun gue nggak tau di kehidupan. How to practice Ikhlas , definitely. Sampai saya ketemu buku ini. Buku yang saya pinjam dari penyedia layanan pinjam buku gratis yang beralamatkan di Surabaya. Sekilas saya baca dari judulnya, adalah kisah gugurnya seorang dokter spesialis anastesi dalam bertugas menangani Covid-19. Kalau sampai dibukukan pasti ini gara-gara sakitnya paling parah atau semacamnya, itu pikir saya sampai akhirnya saya pinjam. Pas saya baca, baru ngeh bahwa ternyata ini adalah buku biografi semasa hidup beliau yang dikisahkan oleh orang-orang terdekatnya.  Merasa unexpected dan mikir bahwa masih ada di jaman sekarang orang yang berhati mulia dengan menerapkan ikhlas sesuai dengan definisi syari'ah yang sukses menambah dan merubah sudut pandang saya terhadap dunia.  (Maaf, say...

Anak cerminan Orang tua #Perspective Vol.8

 Beberapa waktu lalu, ada suatu kejadian yang bikin saya lookback ke kejadian dengan kasus yang hampir sama cuma untuk compare  dan sekiranya apa yang bisa saya ambil pelajaran dari kejadian tersebut. Dimana, ada seorang anak usia sekolah awal, pulang kerumah dalam keadaan nangis dan ngadu karena dinakalin temennya (pukul or something ). Si orang tua berang, gimana bisa orang anak ini itu dikenal pemberani dan sejenisnya kalo dirumah. Si orang tua berang sambil bilang harus bales, lebih lagi jangan kalah diem. Sadar atau idak, sebenarnya ad transfer ego tinggi dari orang tua ke si anak ya bund?. Mari kita compare   dengan kasus kedua Guru fiqih di MTs tetiba cerita pas udah selesai bahas soal, " Dari kemarin itu si kecil (anak cowok beliau usia sekolah awal, juga) saya ajakin potong rambut banyak banget alasannya. Saya awalnya mikir mungkin dia nggak mau karena pas moody aja. Sampai akhirnya karena sudah beberapa kali terakhir saya ajakin nggak pernah mau. Saya ambi...